Kamis, 24 Oktober 2013

Forum KusKus

 Gambar Diatas Merupakan Konteks Diagram dari forum KusKus yang saya akan buat.

Gambar diatas merupakan dvd level 1 dari forum KusKus

 Gambar diatas merupakan DFD level 2 proses 4 dari forum KusKus

 
Gambar diatas merupakan dfd level 2 proses 5 dari forum KusKus

Gambar diatas merupakan ERD dari forum KusKus

Fitur yang terdapat dari forum yang akan saya buat ini adalah sesama anggota member dapat saling mengomentari topik yang ingin dikomentari, dapat melakukan posting, jika belum mempunyai username maka melakukan registrasi terlebih dahulu agar mempunyai username. jika sudah mempunyai username maka anda dapat login ke forum Kus-Kus. admin dari forum Kus-Kus juga dapat menghapus anggota yang tidak sah dan dapat menambah anggota forum, melihat anggota forum, melihat komentar-komentar dari forum.

Kamis, 26 September 2013

Tutorial Proses HOSTING

Pertama - tama kita masuk kedalam hosting, penulis menggunakan idhostinger, masuk kedalam website idhostinger.
 Kemudian Upload hasil file php/html dengan klik file manajer seperti pada contoh diatas.
 Setelah itu akan muncul box putih seperti yang diatas kemudian klik seperti pada gambar diatas.
 Kemudian pilih file yang akan diupload kedalam id hostinger seperti diatas, kemudian klik open
 Setelah selesai kemudian akan muncul layar seperti diatas.
 Kemudian klik keluar dari id hostinger seperti pada gambar diatas
 Kemudian buka alamat domain yang telah dipersiapkan, setelah terbuka maka akan muncul gambar yang seperti diatas, berarti proses hosting sudah SUKSES

Jumat, 13 September 2013

Instalasi APACHE, PHP, dan MYSQL

Cara Menginstal Web Server APACHE:
1.       Klik dua kali driver web server APACHE
2.       Kemudian saat muncul layar instalasi klik next
3.       Kemudian muncul layar persetujuan lisensi pilih accept, kemudian klik next

4.       Kemudian muncul tampilan lisensi, klik next

5.       Kemudian muncul tampilan server information, network domain diisi dengan localhost, server Name diidi dengan localhost, administrator diisi dengan for all user

6.       Kemudian muncul instalasi klik Typical kemudian next

7.       Kemudian muncul folder yang akan dituju klik next

8.       Kemudian muncul layar, klik instal.

9.       Setelah selesai klik finish

Setelah menginstal Apache kemudian menginstal php:
1.       Ekstrak php.zip di folder c:\Program Files\PHP
2.       Buat folder website di dalam program files
3.       Copy file yang bernama php.ini-development, sehingga muncul copy an yang baru
4.       Hasil copy an file tersebut di rename dengan nama php.ini, ketika muncul peringatan perubahan ekstensi klik yes
5.       Kemudian buka apache edit httpd conf yang berada di dalam start all program
6.       Setelah muncul file httpd, search loadmodule kemudian tambahkan tulisan ini di loadmodule yang paling bawah (LoadModule php5_module "c:/PHP/php5apache2_2.dll")
7.       Kemudian search addtype, tambahkan tulisan ini (AddType application/x-httpd-php .php) pastikan berada diatas baris
8.       Kemudian beergeser ke paling bawah file httpd kemudian tambahkan (PHPIniDir "C:/PHP")
9.       Kemudian cari C:\Program Files\Apache Software Foundation\Apache2.2\htdocs kemudian ganti kedua nya dengan C:\program Files\Website
10.   Kemudian file httpd di save
11.   Kemudian buka file php.ini dengan menggunakan notepad
12.   Ubah (error_reporting = E_ALL | E_STRICT) dengan (error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE)
13.   Pastikan bahwa (display_errors = On)
14.   Tambahkan (extension_dir = C:\PHP\ext) dibawah (; extension_dir = "ext")
15.   Restart Komputer
16.   Untuk mengetest php ini bisa digunakan maka kita membuat file dengan notepad
17.   Isikan notepad ()
18.   Kemudian disave dengan format allfiles kemudian ketik nama file (phpinfo.php)
19.   Setelah itu buka firefox dan masukan (http://localhost/phpinfo.php)
20.   Maka akan muncul layar PHP berarti instalasi dan pengubungan antara apache dan php sukses
Setelah selesai menginstal PHP maka dilanjutkan dengan menginstal mysql sebagai database yang akan digunakan:
1.       Klik instaler mysql
2.       Setelah muncul tampilan instalasi klik next

3.       Setelah itu muncul persetujuan lisensi, kemudian klik centang dan klik next

4.       Setelah itu klik custom

5.       Kemudian klik next

6.       Kemudian klik instal

7.       Tunggu beberapa menit proses pengistalan

8.       Setelah muncul mysql enterprise klik next

9.       Kemudian klik next lagi

10.   Kemudian klik finish

11.   Kemudian akan muncul konfigurasi mysql, klik next

12.   Kemudian pilih detail configuration, kemudian klik next

13.   Kemudian pilih developer machine, kemudian klik next

14.   Kemudian klik multifunctional database, kemudian klik next

15.   Kemudian klik next

16.   Kemudian pilih decision support dan conccurent conection 15, kemudian klik next

17.   Kemudian centang enable tcp/ip dengan port number 3306 dan centang enable strict mode, kemudian klik next

18.   Kemudian klik standart character set, kemudian klik next

19.   Kemudian centang instal windows services, dan centang bin directory in windows path, kemudian klik next

20.   Kemudian klik modify security setting masukan password dan ulangi password, kemudian klik next

21.   Kemudian klik execute, dan tunggu beberapa menit

22.   Setelah selesai klik finish
23.   Untuk menghubungkan mysql dengan php, maka buka file php.ini di folder c://Program Files/PHP
24.   Kemudian cari (extension=php_mysql.dll) dan (extension=php_mysqli.dll)
25.   Hapus kedua nya dari file php.ini, kemudian save, maka mysql sudah akan terhubung dengan php

Rabu, 27 Maret 2013

Kelebihan dan Kelemahan Model Proses



Waterfall model
Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement.

Kelebihan waterfall model :
  1. Menghasilkan mature process pada setiap tahapannya.
  2. Mudah untuk diaplikasikan pada sebuah proyek.
  3. Cocok untuk system software berskala besar.
  4. Cocok untuk system software yang bersifat generic.
  5. Menghasilkan sistem yang terstuktur dengan baik.
  6. Memiliki tingkat visibilitas yang tinggi (setiap tahap mempunyai dokumen yang jelas).

Kelemahan waterfall model:
  1. Ketidakfleksibelan antar tahapan.
  2. Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan.
  3. Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
  4. Susah dalam merespon kebutuhan customer.
  5. Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
  6. Model ini hanya cocok jika :
a. Kebutuhan customer sudah sangat jelas.
b. Perubahan kebutuhan dibatasi.

V Model
Bisa dikatakan model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang.

Kelebihan v model :
1.    V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dantool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkanmethod dan tool yang dianggap sudah obsolete.
2.    V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. Userdari V Model berpartisipasi dalam change control boardyang memproses semua change request terhadap V Model.

Kelemahan v model :
1.    V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
2.    V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activitydalam V Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalamactivity tersebut dan apa yang tidak.

Incremental process model / Iterasi
Model incremental (Incremental waterfall model) merupakan perbaikan dari  model waterfall dan sebagai standar pendekatan top-down. Ide dasar dari model ini adalah membangun software secara meningkat (increment) berdasarkan kemampuan fungsional. Model incremental ini diaplikasikan pada sistem pakar dengan penambahan rules yang mengakibatkan bertambahnya kemampuan fungsional sistem.

Kelebihan Incremental Model:
  1. Personil bekerja optimal.
  2. Dapat mengakomodasi jika terjadi perubahan pada tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan.
  3. Pihak konsumen dapat langsung menggunakan dahulu bagian-bagian yang telah selesai dibangun. COntohnya pemasukan data karyawan.
  4. Mengurangi trauma karena perubahan sistem.  Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian.
  5. Dapat disesuaikan agar system bisa dipakai selama hidup software computer.
  6. Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen.
  7. Cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.

Kelemahan Incremental Model:
  1. kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan.
  2. Hanya berlaku untuk Short-Lifetime system.
  3. Dapat menjadi build and Fix Model, karena kemampuannya untuk selalu mendapat perubahan selama proses rekayasa berlangsung
  4. Memerlukan alat ukur kemajuan secara regular.
  5. Memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi.

Prototyping
Prototype merupakan metodologi pengembangan software yang menitik-beratkan pada pendekatan aspek desain, fungsi dan user-interface.  Developer dan user fokus pada user-interface dan bersama-sama mendefinisikanspesifikasi,fungsi,desain,dan,bagaimana software bekerja. Developer dan user bertemu dan melakukan komunikasi  dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan. Developer mengumpulkan detail dari kebutuhan dan memberikan suatu gambaran dengan cetak biru (prototype).

Kelebihan prototyping adalah: 
1.    Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
2.    Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
3.    Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.
4.    Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
5.    Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya. 

Kelemahan prototyping adalah : 
  1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangja waktu lama. 
  2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem. 
  3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
  4. Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah.
  5. kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.

Spiral model
Model spiral adalah model proses perangkat lunak yang evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model sekuensial linier. Model itu berpotensi untuk pengambangan versi pertambahan perangkat lunak secara cepat.

Kelebihan model Spiral :
1.    Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer.
2.    Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
3.    Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi  terhadap resiko  setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.
4.    Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.
5.    Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif.
6.    Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.

Kelemahan model Spiral:
1.    Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol.
2.    Memerlukan  penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika  resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
3.    Butuh  waktu lama untuk menerapkan paradigma ini  menuju kepastian yang absolut.