Rabu, 18 April 2012

SISTEM?? ELEMEN-ELEMEN??

Ada beberapa elemen untuk membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut ini merupakan elemen elemen dari sebuah sistem:

1. Tujuan

Setiap sistem memiliki tujuan “Goal”, entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. dan tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.

2. Masukan

Masukan “input” sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud “tampak secara fisik” maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi misalnya permintaan jasa pelanggan.

3. Proses

Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa dalam aktivitas pembedahan pasien.

4. Keluaran

Keluaran “output” merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

5. Batas

Yang disebut batas “boundary” sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem lingkungan. Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem.

6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik

Mekanisme pengendalian “control mechanism” diwujudkan dengan menggunakan umpan balik “feedback”, yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

7. Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.


Contoh lain sistem yang memiliki elemen elemen yaitu:


1. Sistem Pernafasan:

1. Elemen : hidung, tenggorokan, paru–paru, udara

2. Masukan : udara luar

3. Keluaran : karbondioksida

4. Proses : penyerapan oksigen dari udara yang dihisap


2. Sistem Pencernaan:

1. Elemen : mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar,makanan

2. Masukan : makanan

3. Keluaran : feses

4. Proses : terjadi penyerapan sari–sari makanan di lambung, usus halus dan usus besar


3. Sistem Penglihatan:

1. Elemen : mata, syaraf, otak, objek benda

2. Masukan : objek benda

3. Keluaran : gambaran yang sesuai objek benda yang dilihat oleh mata

4. Proses : mata mengambil gambar dari objek benda kemudian ditransfer dan diolah di otak melalui syaraf.

Kamis, 12 April 2012

LISP FUNGSIONAL PROGRAMING

LISP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mengimplementasikan dari pemrograman fungsional “yang terdiri dari beberapa fungsi”. LISP ini bermanfaat untuk pembuatan – pembuatan rumus matematika. Pemrograman fungsional “LISP” tidak mempermasalahkan memorisasi dan struktur data.

Dalam LISP penulisan ekspresi secara prefix yaitu dengan menuliskan operatornya terlebih dahulu dan menuliskan operan setelah operatornya. Dan pemisah antara operan dengan operator menggunakan spasi. Contoh untuk menulis menjumlahkan antara a dan b kita menuliskan notasi dalam bahasa lisp dengan cara (+ a b). Perbedaan dengan bahasa C yaitu kalau bahasa C tidak menuliskanya secara prefix contoh untuk menjumlahkan dua inputan antara a dan b yaitu (x = a + b).

Dalam bahasa LISP juga terdapat ekspresi aritmatika ”* / + - sqrt expt ”, ekspresi logika ”T nil”, ekspresi kondisional ”if cond” dan ekspresi rekursif “fungsi perulangan”. Untuk membuat fungsi dalam sebuah bahasa LISP kita menuliskan kata defun yang berarti definition function “mendefinisikan fungsi atau biasa disebut dengan mendeklarasikan sebuah fungsi”. Contoh: (defun penjumlahan (a b) (+ a b)), dari contoh dibawah ini kita menginputkan dua buah bilangan integer dan menghasilkan nilai integer pula dari penjumlahan berikut.

Dalam sebuah fungsi dapat terjadi pemanggilan fungsi dari luar fungsi itu sendiri. Semisal kita mempunyai fungsi penjumlahan, didalam fungsi penjumlahan dapat kita masukan fungsi yang lain. Contoh: (defun pengurangan (a b) (- a b)) (defun penjumlahan (a b) (+ a (pengurangan a b))). Dari contoh diatas merupakan penulisan sebuah fungsi yang terdapat fungsi didalam fungsi tersebut. Dan kita pun dapat menuliskan lebih dari satu fungsi didalam fungsi.

Ekspresi kondisional merupakan ekspresi yang bertujuan untuk menyeleksi dari sebuah statement misal dengan contoh jika kita menginputkan angka 9 maka akan menghasilkan nilai true, selain angka 9 menghasilkan nilai false. Berikut merupakan implementasi dari statemen yang diatas: Dengan menggunakan ekspresi if (defun angka9 (a) (if(= a 9)t nil)). Dengan menggunakan ekspresi cond ”depend on” (defun angka9 (a) (cond((= a 9)t)(t nil))). Dari coding yang dituliskan diatas merupakan pengaplikasian fungsi if dan cond secara sederhana, dan fungsi if dan cond juga dapat dituliskan secara lebih sulit lagi seperti if bersarang atau cond yang bersarang. Maksud dari bersarang yaitu didalam if terdapat if dan didalam cond juga terdapat cond.

Sedangkan ekspresi rekursif merupakan ekspresi yang bersifat melakukan perulangan, dalam bahasa C sering disebut dengan istilah looping “Berulang”. Dalam bahasa LISP ekspresi ini dinamakan dengan rekursif “reccurent = perulangan”. Didalam fungsi rekursif ini terjadi pemanggilan dari diri sendiri. Didalam fungsi rekursif terdapat kondisi basis “kondisi yang mengakibatkan sebuah fungsi berhenti” dan kondisi reccurens “kondisi yang diulang”. Jika kita salah pengetikan dalam kondisi basis “kondisi berhenti dari sebuah perulangan” maka di LISP akan menuliskan peringatan yang bertuliskan “stack overflow” yang berarti fungsi tersebut tidak dapat berhenti / tidak dapat dihentikan karena kondisi basisnya salah atau tidak memungkinkan. Contoh fungsi rekursif : (defun tambah (a b) (if(= a 0) b (+ 1 (tambah (- a 1) b)))). Dari fungsi yang dituliskan jika kita mengetikan inputan 2 3 maka akan menghasilkan nilai 5. Nilai 5 didapat dari 2 bukan dari 0 maka lanjut ke statemen +1 dan masuk ke fungsi tambah lagi dan 1 bukan 0 maka lanjut lagi ke statemen +1 dan 0 adalah 0 maka +3 dan kemudian menghasilkan nilai 5 dari program LISP.

Jumat, 06 April 2012

INVENSI? dan INOVASI?

Invensi adalah penemuan baru yang bermanfaat. Invensi baru dapat disebut sebagai inovasi jika invensi tersebut telah memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat luas (dalam konteks ekonomi). Dari ungkapan tersebut maka dapat dikatakan jika invensi juga mencakup para peneliti, maka inovasi lebih bernuansa industri dan munculnya inovasi harus didahului oleh invensi. Invensi dapat berupa ide yang timbul dari pengamatan terhadap alam semesta, studi atau eksperimen, sedangkan inovasi memerlukan penelaahan yang luas dan mencakup inti disiplin ilmu termasuk ekonomi. Invensi timbul dari suatu kegiatan atau pemikiran kreatif. Hubungan antara invensi dan inovasi sangatlah tepat digambarkan oleh kalimat berikut ini [1] : True Creativity (invention) and Innovation consists of SEEING what everyone else has seen, THINKING what no one else has thought, and DOING what no one else has dare.

Berikut ini adalah beberapa contoh invensi, dan inovasi serta penemuannya :
• Hukum Gravitasi Newton adalah invensi yang muncul dari pengamatan visual terhadap buah apel yang jatuh dan bulan yang mengorbit bumi. Invensi memberikan kontribusi terhadap dunia ilmu pengetahuan (invensi).
• Einstein menemukan teori relativitas denan cara ‘membayangkan’ apa yang terjadi seandainya berjalan bersama cahaya (invensi).
• Bell menemukan telepon dari ide yang ditulisnya pada secarik amplop bekas. Berdasarkan amplop itu Bell mendapatkan hak paten telepon (inovasi).
• Uppershey menemukan teleskop dengan menggabungkan dua lensa positif (kaca pembesar). Penemuannya ini dipatenkan tahun 1608, 300 tahun setelah ditemukannya kaca pembesar (kacamata), (inovasi).
• Philo Farnsworth mendapatkan inspirasi penemuan televisi ketika dia duduk di bukit sambil memandang petakan lahan pertanian (gandum) yang rapi. Inspirasi ini memunculkan ide untuk membuat tabung sinar katoda yang mengeluarkan barisan titik-titik gelap-terang yang teratur. Pada waktu itu Farnwort berumur 14 tahun dan idenya baru terwujud setelah dia berusia 21 tahun (inovasi).
• Carlson menemukan teknik Xerography karena didesak oleh kebutuhan untuk membuat copy dokumen (Carlson adalah seorang ahli hukum pembuat dokumen paten).

Dari contoh bagaimana suatu invensi atau inovasi tercipta, tidak ada satu cara yang sistematik yang dapat dirujuk untuk digunakan sebagai ‘prosedur mendapatkan invensi’. Namun dari semua contoh tersebut, terdapat satu kesamaan, yaitu bahwa ide, inspirasi dapat dikembangkan menjadi invensi dan inovasi apabila penemunya mempunyai keahlian atau pengetahuan di bidang tersebut (meskipun bukan profesinya).